Dampak Pola Asuh Tanpa Kekerasan terhadap Perkembangan Emosional Anak di Lingkungan Keluarga Modern
Keywords:
Pola Asuh Tanpa Kekerasan, Perkembangan Emosional Anak, Lingkungan ModernAbstract
Perkembangan emosional anak merupakan aspek penting yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh orang tua, khususnya dalam konteks kehidupan modern yang penuh dengan tantangan sosial dan teknologi. Pola asuh tanpa kekerasan menjadi pendekatan yang semakin relevan karena menekankan pada penghargaan terhadap anak, komunikasi yang empatik, serta pengendalian emosi orang tua dalam mendidik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pola asuh tanpa kekerasan terhadap perkembangan emosional anak di lingkungan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap orang tua dan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh tanpa kekerasan berpengaruh positif terhadap kemampuan anak dalam mengelola emosi, meningkatkan rasa percaya diri, empati, serta kemampuan bersosialisasi. Anak yang dibesarkan dengan pola asuh ini cenderung memiliki kestabilan emosi yang lebih baik dan hubungan interpersonal yang sehat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan pola asuh tanpa kekerasan sangat penting untuk mendukung perkembangan emosional anak secara optimal di tengah dinamika lingkungan modern, sehingga perlu didorong sebagai praktik pengasuhan yang berkelanjutan.
References
Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95.
https://doi.org/10.1177/0272431691111004
Bronfenbrenner, U. (1979). The ecology of human development: Experiments by nature and design. Harvard University Press.
Bowlby, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healthy human development. Basic Books.
Denham, S. A. (2006). Social–emotional competence as support for school readiness: What is it and how do we assess it? Early Education and Development, 17(1), 57–89.
https://doi.org/10.1207/s15566935eed1701_4
Eisenberg, N., Spinrad, T. L., & Eggum, N. D. (2010). Emotion-related self-regulation and its relation to children’s maladjustment. Annual Review of Clinical Psychology, 6, 495–525.
https://doi.org/10.1146/annurev.clinpsy.121208.131208
Erikson, E. H. (1963). Childhood and society (2nd ed.). W. W. Norton & Company.
Gershoff, E. T., & Grogan-Kaylor, A. (2016). Spanking and child outcomes: Old controversies and new meta-analyses. Journal of Family Psychology, 30(4), 453–469.
https://doi.org/10.1037/fam0000191
Goleman, D. (1995). Emotional intelligence. Bantam Books.
Livingstone, S., Mascheroni, G., & Staksrud, E. (2017). European research on children’s internet use: Assessing the past and anticipating the future. New Media & Society, 19(5), 1–20.
https://doi.org/10.1177/1461444816685930
Nisa, K. (2023). Application Of Audio Visual Learning Media To Improving Early Childhood Learning Outcomes. Jurnal Scientia, 12(01), 827-830.
Nisa, K., & Ulfah, P. S. (2025). Integrasi Pendekatan STEAM dalam Desain Alat Permainan Edukatif Berbasis Daur Ulang untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Usia Dini. Edukasia Jurnal Pendidikan, 2(1), 19-23.
Nisa, K., & Shaleha, K. (2024). Strategi Meningkatkan Cinta Tanah Air Sejak Anak Usia Dini Di Paud Balita Qur’an El-Mumtadz. Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 1-4.
Santrock, J. W. (2018). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Simons, D. A., & Wurtele, S. K. (2010). Relationships between parents’ use of corporal punishment and their children’s endorsement of spanking and hitting other children. Child Abuse Review, 19(2), 107–120.
https://doi.org/10.1002/car.1110
Wentzel, K. R. (2015). Prosocial behavior and schooling. Handbook of Social Development, 373–392.

