INTEGRASI KAJIAN ETNOPEDAGODI DALAM PENDIDIKAN BIOLOGI MELALUI KEARIFAN LOKAL SUKU MELAYU PADA TRADISI TEPUNG TAWAR

Authors

  • Findi Septiani Universitas Negeri Medan Author

Keywords:

Tepung Tawar, Etnopedagogi, Suku Melayu, Biologi

Abstract

Pendidikan dan budaya merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan cara mengintegrasikan tradisi-tradisi lokal ke dalam pendidikan. Salah satu nilai kearifan lokal yang masih melekat dalam masyarakat yaitu tradisi Tepung Tawar pada Suku Melayu. Melalui pendekatan etnopedagogi, menawarkan potensi besar untuk mengajarkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui studi kepustakaan. Sumber yang digunakan berupa artikel jurnal, buku, maupun laporan penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa Tradisi Tepung Tawar memiliki beberapa nilai kearifan lokal seperti nilai kebijaksanaan, nilai sosial, nilai spiritual, dan nilai keseimbangan dengan alam. Selain itu, Tradisi Tepung Tawar menggunakan bahan-bahan seperti dedaunan dalam pelaksanaannya. Maka dari itu, Tradisi Tepung Tawar dapat dijadikan sebagai media untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keanekaragaman hayati dalam pembelajaran Biologi. Dengan demikian, penelitian ini akan mengkaji keterkaitan antara kearifan lokal adat Melayu Tepung Tawar dengan ilmu pendidikan Biologi, terutama dalam hal pemanfaatan tanaman

References

Batubara, S. M. (2017). Kearifan Lokal Dalam Budaya Daerah Kalimantan Barat (Etnis Melayu Dan Dayak). Jurnal Penelitian Ipteks, 1-14.

Batubara, T., Badru., & Muhajir, A. (2022). Tradisi Tepung Tawar: Integrasi Kebudayaan pada Masyarakat Melayu di Sumatera Utara: Journal medanresourcecenter. 2(1), 10-16.

Blue, J., Zhang, H., & Lee, Y. (2023). Plant Blindness in Modern Youth: Understanding and Mitigating Loss of Botanical Knowledge. Journal of Ethnobotany, 14(2), 101-117.

Burns, H. L. (2015). Transformative Sustainability: Learning from Ecological Systems and Indigenous Wisdom. Journal of Transformative Education, 13(3), 259–276.

Daud, W., Arifin, S., & D, D. (2018). Analisis Tuturan Tradisi Upacara Ladung Bio’ Suku Dayak Kenyah Lepo’ Tau di desa Nawang Baru Kecamatan Kayan Hulu Kabupaten Malinau: Kajian Folklor. Jurnal Ilmu Budaya, 2(2), 167–174.

Erdianto. (2015). Procession of “Tepung Tawar” As an Alternative Solution for Criminal Case in Malay Custom Law of Riau. Jurnal Dinamika Hukum, 15(1), 11–18.

Hemafitria, (2019). Nilai Karakter Berbasis Kearifan Lokal Tradisi Tepung Tawar Pada Etnis Melayu Sambas. JPKN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan. 3 (2).

Hendra, D F., Ariani, A. (2022). Tepuk Tepung Tawar Sebagai Simbol Ritual Budaya Melayu Kabupaten Karimun. Jurnal Tari, Teater, dan Wayang, 5(1),1-8.

Lestari, E.T., & Bahri, S. (2021). Development of Social Studies Learning Outcomes with Tajhin Peddhis-Based Etnopedagogy Approach. AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan, 13(3), 2309–2318. doi.org/10.35445/alishlah.v13i3.977.

Melin, dkk. (2023). Nilai-Nilai Tradisi Tepung Tawar Sebagai Sumber Belajar IPS Di SD. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 8 (3), 91-98.

Michael Zwell, Creating a Culture of Competence. Canada: Wiley, 2000.

Mukhibat. (2015). Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Terorisme Berbasis Studi Etnopedagogi di PTNU dalam Membentuk Keberagamaan Inklusif dan Pluralis. SLAMICA: Jurnal Studi Keislaman, 15 (1), 10–17. https://doi.org/10.1145/3132847.3132886

Nasution, A. G., Harahap, K., Magfirah, N., & Zahroddar. (2023). Tepung Tawar Pada Pernikahan Adat Melayu: Studi Terhadap Masyarakat Melayu Di Labuhan Batu Selatan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora (JURRISH). 2 (1), 139-148. https://doi.org/10.55606/jurrish.v2i1.749

Oktavianti, I., & Ratnasari, Y. (2018). Etnopedagogi Dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar Melalui Media Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Refleksi Edukatika, 8(2), 149–154.

Pangaribua, Nuraini. (2023). Tradisi Tepung Tawar: Akulturasi Islam Dan Budaya Melayu Dalam Prosesi Pernikahan Masyarakat Melayu Di Kota Tanjung Balai. Tamaddun: Jurnal Kebudayaan dan Sastra Islam. 23 (2), 97-108.

Putra, S. (2014). Makna Upacara Tepuk Tepung Tawar Pada Pernikahan Adat Melayu Riau Di Desa Pematang Sikek Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Jom FISIP, 1(2), 1–15.

Rahmadhanty, R., Rahmawati, D, R., Gustiwi, T. (2024). Tepuk Tepung Tawar: Tradisi Kebudayaan Masyarakat Melayu Riau. Tsaqifa Nusantara, 3(1).

Rahmawati, Y., Ridwan, A., Cahyana, U., & Wuryaningsih, T. (2020). The integration of ethnopedagogy in science learning to improve student engagement and cultural awareness. Universal Journal of Educational Research, 8(2), 662–671. https://doi.org/10.13189/ujer.2020.080239.

Sari, Nonika., dkk. (2024). The Diversity and Use of Ritual Plants By The Alas Tribe In Babul Rahmah Sub-District, Southeast Aceh, Indonesia. Jurnal BIologi Tropis, 24 (2b), 348-357. : http://doi.org/10.29303/jbt.v24i2b.7819

Suarmika, P.E., & Utama, E.G. (2017). Pendidikan Mitigasi Bencana Di Sekolah Dasar (Sebuah Kajian Analisis Etnopedagogi). JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), 2(2), 18-24. doi.org/ 10.26737/jpdi.v2i2.327.

Sugara, Ujang & Sugito. (2022). Etnopedagogi: Gagasan dan Peluang Penerapannya di Indonesia Ethnopedagogy: Ideas and Probability of Its Implementation in Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7 (2), doi: 10.24832/jpnk.v7i2.2888.

Suswandari. (2017). Local History of Jakarta and Multicultural Attitude (Historical Local Study of Betawi Ethnic). Journal of Education, Teaching and Learning. 2 (1), 93-100.

Tamene, B., Mekonnen, G., & Berhanu, T. (2024). Impact of Socio-Demographic Changes on Traditional Knowledge Transmission in Rural Communities. African Journal of Ethnobotany, 15(1), 33- 50.

Wardani, R, P., Fitriyah, C, Z., & Rofiq, A. (2024). Etnopedagogik Sebagai Pendekatan Dalam Pendidikan Dasar. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, dan Ilmu Sosial, 18(1) 183.

Downloads

Published

2025-01-30

Issue

Section

Articles