Peradaban Islam Awal dalam Perspektif Bahasa: Studi Era Umar bin Khattab
Keywords:
peradaban islam, Etnolinguistik, transisi budayaAbstract
Artikel ini mengulas dinamika peradaban Islam pada tahap awalnya, khususnya dari perspektif linguistik budaya selama masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Studi ini berfokus pada perubahan budaya dari era Jahiliyah Arab menuju budaya Islam melalui pendekatan etnolinguistik. Pada periode ini, bahasa Arab mengalami transformasi signifikan akibat pengenalan nilai-nilai Islam yang menekankan moralitas, etika, dan bentuk otoritas linguistik baru yang diperkenalkan oleh Nabi Muhammad dan dilanjutkan oleh Khalifah Umar. Karya sastra dari periode Jahiliyah dikenal karena kekayaan estetika dan maknanya, namun terjadi pergeseran menuju nilai-nilai yang lebih universal dan transformatif yang berakar pada ajaran Islam. Penelitian ini menunjukkan bagaimana asimilasi unsur-unsur linguistik dan budaya asing, termasuk pengaruh dari budaya Barat, memperkaya kosakata dan struktur bahasa Arab pada periode ini. Selain itu, artikel ini juga menekankan pentingnya memahami konteks historis dan budaya dalam penyebaran Islam di kepulauan, yang dipengaruhi oleh pertemuan antara budaya Arab dan komunitas lokal. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang perkembangan linguistik dan budaya pada fase awal peradaban Islam.
References
Akhsan, A., Adib, H., & Wiyani, N. A. (2021). Integrasi islam, sains dan budaya: tinjauan teoritis. Jurnal Intelektualita: Keislaman, Sosial Dan Sains, 10(2), 239-248. https://doi.org/10.19109/intelektualita.v10i2.9412
Ashfaq, M. and Aḥmad, M. (2020). Impact of qur’ān upon aesthetics and its evolution: a religio-cultural discourse. Journal of Islamic Thought and Civilization, 10(101), 212-234. https://doi.org/10.32350/jitc.101.12
Azizah, H. N., Muchtar, N. E. P., & Putra, F. T. (2023). Pesantren as a pillar of islamic civilization development in indonesia. Academicus: Journal of Teaching and Learning, 2(1), 9-15. https://doi.org/10.59373/academicus.v2i1.19
Islam, M. Z. (2012). Provision of alternative dispute resolution process in islam. IOSR Journal of Business and Management, 6(3), 31-36. https://doi.org/10.9790/487x-0633136
Rajeg, G. P. W. and Rajeg, I. M. (2019). Pendekatan linguistik korpus untuk kajian metafora konseptual bahasa indonesia.. https://doi.org/10.31227/osf.io/zj4db
Syafrizal, A. (2015). Sejarah islam nusantara. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(2), 235-253. https://doi.org/10.19105/islamuna.v2i2.664
Sudjatnika, T. and Shafarini, R. (2022). Model of islamic civilization in indonesia. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 5(1), 108-117. https://doi.org/10.47076/jkpis.v5i1.94
Peeters, B. (2016). Applied ethnolinguistics is cultural linguistics, but is it cultural linguistics?. International Journal of Language and Culture, 3(2), 137-160. https://doi.org/10.1075/ijolc.3.2.01pee
Wargadinata, W. and Maimunah, I. (2021). The social events and the development of arabic language in the early period of islam. Buletin Al-Turas, 27(2), 315-328. https://doi.org/10.15408/bat.v27i2.20510
Wulandari, D., Khikmah, K., Lutvyah, L., Latifah, M., & Sari, D. (2023). Dakwah islam dan transformasi pendidikan islam di nusantara. aksioreligia, 1(2), 78-88. https://doi.org/10.59996/aksioreligia.v1i2.277

