Inovasi Kuliner Lokal Dalam Rangka Meningkatkan Kunjungan WisatawanDi Desa Pardinggaran, Kabupaten Toba
Keywords:
Inovasi, Kuliner Khas Lokal, Kunjungan WisatawanAbstract
Makanan khas batak ombus-ombus adalah makanan yang berasal dari bahasa Batak yang mempunyai arti ditiup-tiup. Makanan ini disebut dengan ombus-ombus karena makanan ini biasanya dimakan ataupun disajikan dalam keadaan yang masih panas dan itu berarti untuk menikmati ombus-ombus ini perlu ditiup-tiup terlebih dahulu. Biasanya makanan ini akan lebih enak bila disajikan bersama dengan teh manis ataupun kopi panas. Tak jelas sejak kapan penganan ini mulai “membudaya”. Namun pada acara seremonial adat Batak tertentu, biasanya ombus-ombus tetap menjadi hidangan penutup dalam acara tersebut. Ombus-ombus dibuat dari bahan tepung beras pilihan, yang dicampur dengan gula putih serta diaduk dengan kelapa parut dan sebagian lagi menggunakan gula merah kemudian dibungkus dengan daun pisang lantas dikukus layaknya seperti membuat panganan dari tepung beras lainnya. Adapun tepung beras yang digunakan adalah tepung pilihan dan tidak bisa sembarang, sedangkan kelapa harus diparut dengan tangan (secara manual) karena jika menggunakan parutan mesin, patinya akan hilang, serta daun pisang pembungkus yang digunakan juga tidak sembarangan yaitu jenis ‘ucim’ (pucuk teratas daun) karena sangat berpengaruh terhadap rasa ombus-ombus. Ombus-ombus tersebut menjadi khas dikarenakan salah satu sisi pelipatan daun menjadi empat persegi, dan ini disusun dengan rapat pada kantongan tandan, lalu dimasukkan ke dalam kaleng yang ditempatkan pada gerobak sepeda sehingga inilah yang membuat ombus-ombus tetap hangat meskipun dijajakan seharian penuh. Sehingga atas dasar inilah kami tertarik mengangkat suatu judul penelitian tentang inovasi kuliner khas local dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Toba.

