Pengaruh PDRB dan Jumlah Penduduk Terhadap Tingkat Kemiskinan di Kota Medan Sumatera Utara (2014-2023)

Authors

  • Nur Sakinah Universitas Negeri Medan Author
  • Eva Situmorang Universitas Negeri Medan Author
  • Tasya Manurung Universitas Negeri Medan Author

Keywords:

: Kemiskinan, PDRB, Jumlah Penduduk, Kota Medan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan jumlah penduduk terhadap tingkat kemiskinan di Kota Medan selama periode 2014–2023. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode asosiatif. Data sekunder diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda melalui bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara parsial, baik PDRB maupun jumlah penduduk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan, ditunjukkan oleh nilai signifikansi masing-masing variabel yang melebihi 0,05. Namun, secara simultan kedua variabel tersebut berpengaruh signifikan terbatas terhadap tingkat kemiskinan dengan nilai signifikansi tepat pada batas 0,050. Koefisien determinasi (R²) sebesar 57,5% menunjukkan bahwa variabel PDRB dan jumlah penduduk hanya mampu menjelaskan sebagian variasi tingkat kemiskinan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pendidikan, pengangguran, ketimpangan pendapatan, dan efektivitas kebijakan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Kota Medan belum bersifat inklusif dan belum cukup efektif dalam menurunkan angka kemiskinan secara merata.

References

Badan Pusat Statistik. (2025, 15 Januari). Persentase Penduduk Miskin Turun Menjadi 8,57 Persen pada

September 2024.

Bank Dunia. (2024). 60,3 Persen Penduduk Indonesia Terkategori Miskin di 2024. Republika.

Kusuma, A., & Iskandar, T. (2021). Pengaruh Jumlah Penduduk dan Pengangguran terhadap Kemiskinan di

Indonesia. Jurnal Manajemen Ekonomi, 10(1).

Leonita, N., & Sari, R. (2019). Pengaruh PDRB dan Pendidikan terhadap Kemiskinan di Indonesia. Jurnal Ilmu

Ekonomi, 4(2).

Piketty, T. (2015). About Capital in the Twenty-First Century. arXiv.

Kompas.id. (2024). Angka Kemiskinan Turun, tetapi Terjadi Disparitas.

Fauzi, R. N., Febriani, R. K., & Desmawan, D. (2022). Pengaruh Laju Pertumbuhan Penduduk Terhadap

Kemiskinan di Indonesia. EBISMEN: Jurnal Ekonomi, Bisnis, Dan Manajemen, 1(1), 118–122.

Rinawati, Y., Aulia, F., Miftitah, N., Aldianto, F. A., & Hafidz, M. (2022). Pengaruh PDRB, Kemiskinan, dan

Jumlah Penduduk Terhadap IPM di Provinsi Jawa Timur Tahun 2017-2021. Jurnal Ecogen, 5(4).

Khoirudin, M., Pangesti, A., & Prawoto, N. (2023). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat

Kemiskinan di Kabupaten/Kota di Papua dan Papua Barat. Socius: Jurnal Sosiologi, 9(1), 1–15.

GoodStats. (2024). Tren Kemiskinan Indonesia Menurun, Apakah Ketimpangan Juga Menurun?

Fitriani, R., & Yuliana, L. (2020). Pengaruh PDRB dan Inflasi terhadap Kemiskinan di

Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 18(2), 123–135.

Nasution, H., & Siregar, R. (2022). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemiskinan di Jurnal Sosial Ekonomi Regional, 6(1), 45–60.

Kota Medan.

BPS Kota Medan. (2023). Medan dalam Angka 2023. Badan Pusat Statistik Kota Medan.

Mulyani, N., & Prasetyo, A. (2021). Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, dan Tingkat Kemiskinan di

Provinsi Jawa Barat. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 9(3), 202–217.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 25. Semarang: Badan Penerbit

Universitas Diponegoro.

Nazir, M. (2013). Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2025-08-01

Issue

Section

Articles